1. KOntak
a. Alergi yang disebabkan kupu-kupu
Kupu-kupu adalah serangga yang termasuk ordo LEPIDOPTERA yang memepunyai s2 pasang sayap dan bersisik tebal. Stadium dewasa mempunyai bentuk mulut untuk menghisap ( shoponing ), sedangkan stadium larva mempunyai bentuk mulut untuk menggigit. Kupu-kupu mengalami metamorphosis lengkap dan dibagi dalam 2 golongan yaitu kupu-kupu siang( butterfly) dan kupu-kupu malam ( month).
Patologi dan gejala klinis
Larva kupu-kupu yang biasa disebut ulat bulu mempunyai bulu yang mengandung toksin yang dapat menyebabkan kelainan pada manusia. Kelainan ini disebut erusisme. Gejala-gejala erusisme atau dermatitis ulat ( caterpillar dermatitis ) adalah urikaria, nyeri, gatal dan rasa panas. Hal ini disebabkan oleh toksin yang merusak sel-sel tubuh sehingga tubuh mengelurkan histamine, serotonin dan heparin sebagai reaksi terhadap toksin larva kupu-kupu. Jika bulu ulat mengenai mata dapat terjadi konjungtivitis atau ulkus kornea. Kupu-kupu dewasa dapat juga menyebabkan kelainan bila manusia kontak dengan bulu yang terdapat dibagian ventral abdomennya. Kelainan karena kupu-kupu dewasa disebut lepidopterisme. Gejala klinis lepidopterisme berupa dermatitis yang mirip giant urrticaria oleh cacing schistosoma.
Beberapa spesies kupu-kupu yang larvanya mengandung bulu beracun adalah : Megalopyge opercularis ( di Amerika ), Anaphe infracta ( di Eropa), dan parasa hilarata ( di Asia ). Contoh kupu-kupu penyebab lepidopterisme adalah heylesia spp.
Diagnosis
Diagnosis detetapkan bila terdapat gejala klinis diserati riwayat kontak dengan ulat bulu atau kupu-kupu.
Pengobatan
Lesi yang timbul jangan digaruk karena dapat mempercepat penyebaran toksin. Seluruh tubuh yang mengalami reaksi segera direndam dalam air untuk melarutkan toksin dan bulu-bulu larva yang melekat pada kulit. Untuk pengobatan local dapat menggunakan larutan yodium, kortikosteroid dan atihistamin topical, sedangkan untuk penderita pada keadaan berat, obat-obat tersebut dapat diberikan secara oral atau parenteral.
Epidemiologi
Terdapatnya kasus erusisme dan lepidopterisme disuatu daerah dipengaruhi oleh spesies kupu-kupu, keadaan daerah dan kebiasaan rakyat sebagai petani atau pekerja kebun. Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan ulat bulu atau kupu-kupu. Pemberantasan kupu-kupu dilakukan dengan insektisida terutama utuk stadium larvanya.
b. Alergi yang disebabkan tungau dermatophagoides pteronyssinus
D.pteronyssinus adalah tungau debu yang berukuran 0,2 – 1,2 mm, badannya berbulu dan berkaki 4 pasang ( dewasa ). Ungau ini termasuk ordo ACARI. Tungau ini mengalami metamorphosis tidak sempurna dan ditemukan pada debuu rumah terutama ditempat tidur ( seprei, kasur, bantal ), karpet, lantai dan juga ditemukan diluar rumah, misalnya pada sarang burung, permukaan kulit mamalia dan binatang lainnyaa. Makanannya adalah serpihan kulit manusia dan binatang.
Patologi dan Gejala klinis
Tungau debu ini merupakan salah satu penyebab penyakit asma atopic ( asma alergi, asma ekstrinsik ) dan merupakan penyebab asma yang terbanyak ditemukan. Asma alergi yang timbul disebabkan oleh seluruh bagian badan D.pteronyssinus yang mengandung allergen terutama di bagian saluran cernanya.
Diagnosis
Diagnosis asma yang disebabkan oleh D.pteronyssinus dapat ditegakkan dengan es kulit yang menggunakan ekstraktungau debu.
Pengobatan
Pengobatan asma atopic samma dengan yang dilakukan untuk pengobatan asma yang lain.
Epidemiologi
Bertambah banyaknya tungau debu di dalam rumah bergantug pada factor-faktor
c. Lytta Paedarus
Lytta vesicatoria kumbang yang termasuk dalam kelas ordo COLEOPTERA daari kelas INSECTA. Kumbang ini mengandung cantharidin yang bersifat diureik. Jika kumbang ini berkontak dengan kulit manusia, dikeluarkannya secret yang dapat menyebabkan timbulnya lepuh ( blister ) sehingga kumbang ini disebut kumbang lepuh ( blister beetle ). Kumbang ini banyak ditemukan di meksiko. Di Indonesia ada kumbang lepuh yang disebut peaderus sabaeus yang juga dapat menyebabkan lepuh pada orang yang kontak dengan serangga ini.
2. Sengatan
Lebah
Lebah termasuk ordo HYMENOPTERA. Serangga ini mempunyai 2 pasang sayap yang tipis ( membranosa )dan mempunyai pinggang yang disebut pedisel sebagai penyambung antara toraks dan abdomen. Mulut lebah digunakan u ntuk menggigit danmenjilat. Pada ujung abdomen lebah betina dan pekerja terdapat alat penyengat yang mengeluarkan toksin.
Patologi dan gejala klinis
Pada umumnya gejala klinis yang berat disebabkan oleh sengatan lebah yang termasuk family APIDAE, VASPIDAE dan BOMBIDAE. Gejala-gejala yang timbul akibat sengatan lebah adalah akibat toksin yang dikeluarkan pada waktu menyengat. Toksin lebah mengaandung apamin, melitin, histamine, asetilkolin, 5-hidroksitriptamin, enzimm dan substansi berupa protein. Zat-zat ini bersifat anafilaktogenik, hemolitik, neeurotosik, antigenic dan sitolitik. Pada kasus yang ringan sengatan lebahhanya menimbulkan rasa nyeri, gatal-gatal, kemerahan dan edema pada tempat yang disengat, sedangkan pada kasus yang berat misalnya pada multiple stinging dapat terjadi mual, muntah, demam, sesak nafas, hipotensi dan kolaps. Kematian biasanya terjadi karena syok anafilaktik.
Pengobatan
Sengat lebah yang tertinggal harus segera dibuang. Daerah yang disengat dibersihkan tetapi tidak boleh ditekan karena toksin akan menyebar lebih cepat. Pada bagian proksimal ekstremitas yang disengat dipasang turniket. Kompres es meninggikan ekstremitas dan penggunaan antihistamin local mungkin berguna. Analgesic dapat dibarikan secara oral dan anestatikulum local dapat diberikan secara infiltrasi di seitar lesi. Bila terjadi syok, dapat diberikan obat yaitu adrenalin, kortikosteroid dan antihistamin
KALAJENGKING
Kalajengking termasuk ordo SCORPIONIDA. Kalajengking mempunyai dua genus, yaitu Centruroides dan buthus yang termasuk family Buthidae.
Morfologi dan daur hidup
Kalajengking aktif pada malam hari, berdiam dibawah batu, potongan kayu atau tempat persembunyian lain. Kalajengking adalah vivpar dan anaknya dibawa untuk beberapa saat di atas punggung induknya. Tubuhkalajengking terdiri atas sefalotoraks dan abdomen. Pada ruas terakhir abdomen terdapat alat penyengat yang disebut telson yang mengandung kelenjar racun. Pedipalpnya besar, ujungnya kuat dan merupakan sapit. Serangga ini mempunyai 4 pasang kaki.
Patologi dan Gejala klinis
Sengatan kalajengking yang besa seperti Buthus dan Centruides berbahaya. Racun kalajengking berupa toksalbumin yang mengandung neurotoksin dan hemotoksin. Pada tempat sengatan terasa sangat nyeri dan pedih yang menjalar kebagian sekitarnya. Dapat timbul keracunan sistemik yang berakhir dengan kematian karena syok dan paralisis pernafasan. Hemotoksin dapat menimbulkan perdarahan dan nekrosis.
Pengobatan
Proksimal dari tempat sengatan dipasang turniket. Dapat diberikan obat-obat golongan barbiturate, kortikosteroid dan antihistamin. Pemberian anti racun sangat bermanfaat.
3. GIGITAN
Kelabang
Kelabang atau centipede termasuk kelas CHILOPODA. Tubuhnya memenjang dan pipih dorsoventral, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas. Tiap ruas badan terdapat satu pasang kaki. Di kepala terdapat satu pasang antena. Pada ruas pertama badan terdapat sepasang kuku beracun ( poison claw ) yang berhubungan dengan kelenjar racun. Tempat hidupnya di bawah batu dan dibawah kayu. Makananya berupa insekta dan berupa binatang lainnya.
Paologi dan gejala klinis
Gigitan kelabang dapat menimbulkan rasa nyeri dan eritema karena toksin yang keluar melalui kuku beracun.toksin kelabang mengandung antikoagulan dan 5 hidroksi triptamin. Genus Scolopendra yang terdapat di daerah tropikdan subtropik dapat menyebabkan rasa nyeri, perdarahan dan nekrosis. Kemaaian akibat gigitan kelabang belum pernah dilaporkan.
Pengobatan
Sama seperti engobata terhadap sengatan kalajengking.
LABA-LABA
Laba-laba termasuk ordo ARANEA. Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks dan abdomen. Di sefalotoraks terdapat kelenjar toksin. Toksin dikeluarkan melalui mulut. Laba-laba bertelur dalam jumlah yang besar yang dibungkus dalam kokon. Metamorfhosis tidak sempurna.laba-laba jantan pada umumnya mati setelah kopulasi. Makananya insekta dan binatang kecil lainnya yang ditangkap dengan sarangnya dandibunuh dengan toksinnya. Meskipun pada umumnya laba-laba menganudung racun untuk membunuh mangsanya, hanya beberapa spesies yang berbahaya bagi manusia. Gigitan laba-laba menyebabkan kelainan yang disebut araknindisme. Menurut sifat toksinnya dapat terjadi araknidisme nekrotik dan araknidisme sistemik.
LATRODECTUs
Latrodekus mactans ( laba-laba jandaa hitam = black widow spider ) yang betina berukuran 13 mm, berwarna hitam dan mempunyai gambaran hour glassmerah pada bagian ventral abdomen, sedangkan yang jantan berukuran 6 mm, mempunyai garis median merah dan 3 garis transversal putih pada bagian dorsal abdomennya. Biasanya laba-laba jantan dibunuh oleh laba-laba betina setelah kopulasi. Racun L.mactans bersifat neurotoksik terhadap syaraf perifer. Pad tempat gigitan timbul benjolan merah biru, dikelilingi lingkaran putih. Gigitan laba-laba menimbulkan rasa nyeri yang hebat. Rasa nyeri menjalar kedada dan perut dan timbul gejala seperti abdomen akut. Mungkin timbul syok dan paralisis pernapasan yang dapat mnyebabkan kematian penderita dalam waktu 18-36 jam. Dapat juga terjadi gangguan kejiwaan.
LOXOSCEES LAETA
Laba-laba ini bentuknya kecil, berukuran 8 – 15 mm, berwarna kuning sampaii tengguli tua. Pada umumnya menyebabkan arraknidisme nekrotik. Pada tempat gigitan timbul edema dan rasa nyeri. Bila edema menghilang, tinbul nekrosis yang dimulai dari bagian tengah. Kulit mengelupas dan terjadi ulkus yang besar dan dalam. Pada keadaan berat mugkin timbul gejala sistemik, terutama pada anak. Kematian terjadi karena gagal jantung.
TARANTULA
Nama genus tarantula dipakaiuntuk menyebut setiap jenis laba-laba yang besar. Salah satu spesies yang terkenal adalah Lycosa tarantula. Meskipun mempunyai muka yang menyeramkan, gigitannya hanya menyebabkan rasa nyeri setempaat dan tidak berbahaya.
Pengobatan
Pengobatan gigitan serangga ini sama seperti pada pengobatansengatan kalajengking.
SOLENOPSISGEMINATA ( semut api )
Termasuk dalam ordo HYMENOPTERAdari kelas INSECTA. Jika semut ini menyengat manusiadapat menimbulkan vesikula dan pustule pada bagian badan yang disengat.
CIMEx( KUTU BUSUK )
Cimex hymepterius ( Indonesia ) dan cimex lektularius ( Eropa ) dapat digunakan sebagai serangga percobaan untuk xenidioagnosis penyakit chagas. Gigtan cimex juga dapat menimbulkan berupa dermatitis pada orang yang rentan terhadap gigtannya.
SENGKENIT KERAS
Sengkenit hidup sebagai ektroparasit dan menghisap darah berbagai binatang. Sengkenit jantan mati setelah kopulasi. Sengkenit betina bertelur ditanah dan keudian mati. Telur menetas menjadi larva dan berkaki 3 pasang, yang kemudian tumbuh menjadi nimfa berkaki 4 pasang dan menjadi dewasa. Untuk tiap penggantian stadium diperlukan penghisapan darah hospes dan setelah kenyang melepaskan diri dari hospes. Peertumbuhan dari stadium larva dan menjadi dewasa dapat berlangsung satu hospes atau lebih.
Patologi dan gejala klinik.
Beberapa spesiea sengkenit mengandung toksin yang dapat menyebabkan paralisis. Pada waktu menghisap darah, toksin ini dikeluarkan bersama ludah yang mengandung antikoagulan. Paralisisnya berupa paralisis motorik yang dapat menimbulkan kematian bila mengenai otot pernapasan. Jika sengkenit menggigit bahu atau sepanjang tulang punggung gejala lebih berat. Paralisis dapat dikurangi dengan cara melepaskan sengkenit yang menggigit. Spesies sengkenit yang dapat menyebabkan Tick paralisis adalah Dermacentor andersoni, dermacentor pariabilis dan Amblyommaculatum di Amerika serikat, serta Ixodes Holocyclus di Australia.
Gigitan sengkenit juga menyebabkan trauma mekanis. Pada tempar gigitan terjadi luka yang mudah meradang terutama jika kapitulumnya tertinggal pada waktu sengkenit diepaskan.
The Casino - Mapyro
BalasHapusWelcome to The Casino, a place where locals and visitors alike can experience 경산 출장마사지 the excitement of gambling on the 김제 출장안마 go! Casino & Hotel. The 성남 출장샵 casino 나주 출장안마 has an Rideshare Rating of 7.6/10 · 3,266 reviews 동해 출장마사지